Meja Kursi dan Dua Cangkir Kopi yang Tinggal Sepertiga

Entah sudah berapa lama Fadli tidak menyempatkan waktu untuk berbaur dengan keramaian. Bukan tanpa sebab juga, ia memang bukan jenis laki-laki yang suka kerumunan, alih-alih cukup membencinya. Tapi barangkali ini adalah durasi terlama ia memberi jarak pada dunia luar, sudah lebih dari sebulan ia mengurung diri di kamar, hanya keluar ketika matahari telah rebah sempurna. … More Meja Kursi dan Dua Cangkir Kopi yang Tinggal Sepertiga

Coffee Savier; Diskursus Melelahkan Mengenai Kopi Serius

Kopi tentu saja bukan sekadar caffeine, rasa, dan aroma. Kopi telah menjadi makna dan juga arena pembentukan identitas—yang bagi kebanyakan kelas menengah tentu dianggap lebih penting dari kopi sebagai komoditas. Jadi, boleh dong saya rumuskan, bahwa kebudayaan itu bukan cuma “pameran lukisan” di galeri-galeri estetik. Perilaku mengonsumsi kopi juga kebudayaan, karena di sana bukan hanya … More Coffee Savier; Diskursus Melelahkan Mengenai Kopi Serius