Seekor Cicak dalam Secangkir Kopi

Seekor Cicak dalam Secangkir Kopi* Hari ini alarm kesayanganku tidak membangunkan dengan lancang seperti biasa. Aku terbangun pukul 8 oleh matahari yang memaksa menerobos masuk dan memilih wajahku untuk disiram sinar paginya. Ah, habis baterai lagi, batinku. Aku memeriksa telepon genggamku. Ada 7 panggilan tidak terjawab, 4 pesan pendek, 5 surel, dan beberapa notifikasi dari … More Seekor Cicak dalam Secangkir Kopi

Meja Kursi dan Dua Cangkir Kopi yang Tinggal Sepertiga

Entah sudah berapa lama Fadli tidak menyempatkan waktu untuk berbaur dengan keramaian. Bukan tanpa sebab juga, ia memang bukan jenis laki-laki yang suka kerumunan, alih-alih cukup membencinya. Tapi barangkali ini adalah durasi terlama ia memberi jarak pada dunia luar, sudah lebih dari sebulan ia mengurung diri di kamar, hanya keluar ketika matahari telah rebah sempurna. … More Meja Kursi dan Dua Cangkir Kopi yang Tinggal Sepertiga

Tiga Matahari Menggantung di Langit

Tiga Matahari Menggantung di Langit*   Gemuruh terdengar sangat kencang, terutama pada bagian sisi kiri kabin dekat sayap. Seluruh penumpang Garuda Boeing 737-300 terlihat panik, beberapa meneriakkan Allahhuakbar dengan nada lantang bercampur gemetar hebat. Seorang lelaki yang duduk di sebelahku menyalakan lintingan—yang aku pikir—adalah ganja, menghembuskan asapnya ke atas kabin mungkin dengan harapan, jika itu … More Tiga Matahari Menggantung di Langit

Hanya Orang Tolol yang Percaya Sukab!

02.30 ATM lengang, kacanya berembun karena  AC yang dibiarkan tetap menyala di malam yang begitu dinigin. Kendaraan yang melintas hanya satu dua saja, truk-truk besar dengan muatan yang hampir terlihat mustahil untuk diangkut. Lampu-lampu jalan mulai kelelahan dengan nyala yang harus. Satu motor dengan laju yang terlihat tidak stabil mendekat ke arah ATM, oleng beberapa … More Hanya Orang Tolol yang Percaya Sukab!

Kota yang Menjadi Diam

Sudah lama kota ini kehilangan gairahnya untuk bercakap-cakap dan saling jatuh cinta. Kafe-kafe kopi mulai sepi pengunjung, taman-taman dikuasai belukar setinggi betis orang dewasa, warung kopi di pinggir jalan tidak lagi sesak oleh tukang becak yang saling bertukar canda sambil menunggu penumpangnya. Malam minggu tidak lagi syahdan, tidak lagi kita bisa mendapati muda-mudi bergandeng tangan … More Kota yang Menjadi Diam