Datsun Risers Expedition; Menaklukkan Sulawesi Dengan Datsun GO+ Panca

Ketika membaca informasi mengenai Datsun Risers Expedition, hal pertama yang terlintas di pikiran saya adalah “bagaimana bisa sebuah mobil city car LCGC melakukan ekspedisi melintasi ribuan kilometer”. Sebuah city cars ataupun small MPV (untuk varian GO+) memang tidak di desain untuk perjalanan lintas kota dengan medan jalan yang menanjak, berkelok, hingga light offroad. Tapi Datsun ingin mencoba membuktikan bahwa GO+ Panca bisa melakukannya. Risers diberikan kesempatan untuk menjajal mobil ini dengan berbagai medan jalan. Mulai dari akselerasi di jalan-jalan lurus hingga mencapai top speed, manuver berkelok untuk merasakan handling dan suspensi, performa mesin di tanjakan, dan kenyamanan mobil untuk melakukan touring jarak jauh.

Tentu saja saya antusias mengikuti program ini. Ada sejumlah alasan yang mampu mewakilinya. Pertama, Datsun Risers Expedition etape ke-2 berlangsung di Sulawesi, sebuah pulau yang belum pernah saya kunjungi sebelumnya. Kedua, mencoba mobil yang mendapat banyak ulasan positif dari para test driver di beberapa portal berita otomotif adalah pembuktian tersendiri; saya ingin merasakan dan membuktikan secara langsung bagaimana performa mobil ini. Ketiga, eksplorasi alam, budaya, dan interaksi manusia yang ada di Sulawesi tentunya sangat menarik. Seperti yang kita ketahui bersama, alam Indonesia sangat kaya dan keanekaragaman budayanya sangat memikat.

Berbagai lokasi sightseeing kami kunjungi. Dari mulai Palu, Mamuju, hingga Toraja menunjukkan keanekaragaman yang sangat eksotis dan memikat. Berkendara melalui jalur Trans Sulawesi yang didominasi pantai di sepanjang kanan-kiri jalan membuat perjalanan tidak pernah membosankan. Mengunjungi objek wisata yang belum terjamah, memasuki KRI Teluk Banten yang sedang bertugas di Donggala, berkesempatan melihat langsung proses produksi hingga proses pasca panen perkebunan sawit terluas (kurang lebih 6.000 hektar) di Indonesia milik PT. Pasang Kayu anak perusahaan PT. Astra Argo Lestari, berbagi kebahagiaan dan pengalaman yang menginspirasi dengan anak-anak SD di Enrekang, hingga mengeksplore keindahan alam dan budaya Tana Toraja. Semua itu kami dapatkan di Datsun Risers Expedition.

Dari perjalanan selama 3 hari ekspedisi, setidaknya saya menangkap ada beberapa hal positif yang dimiliki Datsun GO+ Panca.

Satu, mesin berkode HR12DE 3 silinder 1200cc yang digunakan juga pada Nissan March, Go Panca sudah terbukti ketangguhannya. Untuk kelas 3 silinder 1200cc, mesin HR12DE ini terbilang cukup mumpuni melibas setiap medan jalan dengan cukup mudah. Tenaga yang didapat dari mesin ini, terutama pada putaran RPM rendah (dibawah 4000rpm) terasa sangat terisi, meskipun di putaran atas agak lemah. Tapi tidak apa-apa, memang karakteristik mobil 3 silinder dan kebutuhan city cars adalah untuk stop and go. Selain itu, yang perlu diapresiasi adalah racikan gear ratio yang pas, mobil ini memiliki nafas yang panjang sehingga ketika kita membutuhkan akselerasi-akselerasi di jalanan lurus, percayalah mobil ini tidak pernah kehabisan nafas.

Dibanding dengan Nissan March, tenaganya menurun menjadi 68 ps dan torsinya hanya 104 Nm. Namun bobot kendaraan total berkurang drastis menjadi 785 kilogram saja dari Nissan March di angka 935 kilogram untuk varian manual. Lantas pengurangan bobot tersebut membuat Datsun GO Panca unggul di segi power to weight ratio dengan perolehan hasil 0.039. Padahal Nissan March hanya memperoleh hasil 0.036 saja. Diatas kertas mobil ini lebih unggul dari kakak kembarannya lantaran mesin yang sama namun bobotnya yang lebih ringan.

Dua, dari segi desain ekserior, secara personal saya menganggap ini adalah desain LCGC terbaik di Indonesia. Proporsi lekukan body, gap antar panel, finishing, hingga bodykit (untuk versi paling atas) terbilang sangat baik. Meskipun plat body yang tergolong masih tipis seperti LCGC lainnya, hal ini dapat dimaklumi, toh mobil LCGC ini harus irit dan murah. Disinilah Datsun dengan cerdik memilah bagian cost mana yang perlu dan mana yang tidak terlalu signifikan akan ia hilangkan seperti; wiper depan hanya satu, velg kaleng, karet-karet body, dan ornamen-ornamen kecil lainnya yang tidak memberikan impresi secara signifikan terhadap keseluruhan tampilan mobil. Meskipun karet-karet pintu terlihat tidak terlalu tebal, namun kualitas peredaman suara ternyata sangat menganggumkan, dari dalam kabin GO Panca, suara noise dari luar hampir mampu diredam sempurna. Secara keseluruhan, melihat Datsun Go Panca tidak akan terlihat terlalu murahan seperti mobil LCGC lainnya.

Tiga, suspensi yang lembut khas Nissan masih dipertahankan di mobil ini. Ternyata mereka tidak mengorbankan aspek kenyamanan yang satu ini. Patut diapresiasi formula Datsun meracik suspensi yang stiff sekaligus masih dalam batas toleransi kenyamanan (empuk). Pada beberapa kesempatan di jalur Trans Sulawesi, saya mencoba bermanuver dengan kecepatan antara 60-80 kmph (kilometer per hour) pada tikungan-tikungan tajam, patah, mobil ini tidak menunjukkan gejala limbung ataupun bodyroll. Tentunya hal ini berkat suspensi dan konstruksi rangka body mobil yang didesain dengan baik. Mengendarai mobil ini sangat menyenangkan, faktor fun to drive yang sering dilupakan oleh kebanyakan produsen mobil di Indonesia ternyata sangat diperhatikan oleh Datsun. Bagi saya, mobil ini adalah mobil LCGC terbaik yang pernah saya coba. Singkatnya, bagi konsumen yang paham mobil, “well-educated consumer”, Datsun GO Panca adalah pilihan terbaik untuk budget dibawah 100juta.

Risers, sebagaimana yang saya pahami adalah generasi muda, generasi urban yang bangkit dan hendak menyongsong harapan-harapan yang nisbi membentang di depan. Sebuah generasi inspirator yang memberikan inspirasi pada orang-orang disekitarnya. Generasi pembaharu yang menyalurkan energi-energi positif melalui cara dan kompetensinya masing-masing. Dengan alasan itu, Datsun memberikan kesempatan pada para risers untuk mentransvaluasikan nilai-nilai yang ada melalui serangkaian kegiatan sightseeing ke berbagai tempat yang dikunjungi selama ekspedisi ini.

Sebuah kesempatan yang sangat berharga bagi saya bisa terlibat dan menjadi bagian dari ekspedisi ini. Tidak hanya mengunjungi lokasi-lokasi wisata yang indah, ekspedisi ini memberikan sesuatu yang jauh melampaui itu. Seperti halnya GO+ Panca yang ternyata memberikan impresi berkendara jauh melampaui ekspektasi saya sebelumnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s